Entri Populer
-
AYAH SAYA HEBAT kali ini saya ingin menceritakan tentang ayah saya yang sangat hebat dan menjadi panutan hidup saya ketika awal ...
-
kali ini saya akan membahas hobi baru saya yaitu mendesain baju yang kadang menjadi pengisi waktu senggang yang menyenagkan awal...
-
dosen saya yang satu ini berbeda dari dosen softskill saya yang sebelumnya dia lebih memberi tantangan kepada para mahasiswanya untuk menge...
-
DAFTAR ISI....................................................................................................................................
-
kali ini saya akan membahas tentang hobi saya memelihara ikan hias nah bagi kawan kawan yang suka melihara ikan hias saya akan berikan sedi...
-
ya kali ini saya akan membahas handphone atau yang biasa kita sebut hp,di jaman sekarang ini hampir sertiap orang memiliki baran...
-
Pengertian kalimat efektif: adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimenge...
-
kali ini saya akan ngasih tau cara mengembangbiakan ikan hias,tapi kali ini akan memberitahu cara mengembang biakan ikan neon,karna yang...
-
kali ini saya ingin membicarakan ide saya yang belum tersalurkan semoga suatu saat bisa terleasikan pasti anda semua pernah meli...
-
apa anda pernah memnaca kisah kisah menarik yang pernah terjadi di dunia ini yang terjadi di masa lalu,jika pernah mari bandingkan...
Minggu, 30 September 2012
KARANGAN BEBAS
AYAH SAYA HEBAT
kali ini saya ingin menceritakan tentang ayah saya yang sangat hebat dan menjadi panutan hidup saya
ketika awal hari mulai menyambut terbangun saya dari tidur ,tapi saya tak pernah bangun sendiri karna setiap hari ayah saya selalu mengtuk pintu kamar saya agar saya lekas bangun dan melaksanakan sholat subuh
dan ketika saya sudah selesai mengerjakan sholat mandi dan sarapan ayah saya sudah pergi berangkat kerja
dia mulai berangkat kerja dari pukul 06.00am dan pulang pada pukul 18.00pm,begitu setiap hari nya sampai hari senin hingga sabtu,dan selama saya hidup saya tidak pernah mendengar ayah saya mengeluh tentang pekerjaannya ,dia seorang pekerja keras yang tekun dan yang membuat saya kagum adalah sesibuk apapun dia bekerja dia tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu
seiring waktu berjalan ayah saya pun sudah tidak muda lagi,dalam benak saya ingin membantu ayah saya untuk mencukupi kehidupan keluarga kami,tapi ketika saya lulus sma dan ingin bekerja ayah say melarang saya untuk bekerja saya di haruskan melanjutkan pendidikan saya hingga sarjanah,awal nya saya menolak lalu ayah saya berkata, ( tidak ada orang tua yang ingin anaknya sepertinya setiap orang tua ingin melihat anak nya lebih hebat dari mereka ) saya mengerti akan perkataan itu lalu saya pun setuju untuk melanjutkan pendidikan saya
awal kuliah begitu indah karna saya mengenal banyak teman teman baru ,dan saya pun lupa awal tujuan saya kuliah yaitu ingin melihat ayah saya bangga akan nilai nilai saya,waktu berlalu tampah terasa hingga tiba saat pembagian nilai IP ,dengan sangat semangat saya membuka situs studentsite kampus saya,apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur saya hanya bisa terpaku melihat nilai IP saya hanya 2,59 saya malu untuk berbicara kepada ayah saya,hingga saya menyembunyikan nilai saya,tetapi suatu hari ayah saya menanyakan soal nilai IP saya ketika itu saya berkata nilai IP belum keluar,tetapi ayah saya menyuruh saya mengambil laptop dan menyuruh saya mengecek nilai saya sekali lagi,akhgirnya saya pun jujur tentang nilai saya
anda tahu apa yang saya katakan kepada saya ?
ini lah kata kata ayah saya yang saya ingit hingga saat ini
- dalam hidup ini hanya terdapat 2 pilihan,pemain dan penonton,apa suatu saat yuda hanya ingin mlihat teman yuda sukses apa temen yuda yang melihat yuda sukses
saya mengerti maksud kata kata tersebut dan sekarang saya lebih rajin mengerjakan tigas tugas kuliah
masih banyak yang saya ingin ceritakan tentang ayah saya mungin di lain hari akan saya ceritakan lagi
Jumat, 28 September 2012
komentar tentang dosen softskil
dosen saya yang satu ini berbeda dari dosen softskill saya yang sebelumnya dia lebih memberi tantangan kepada para mahasiswanya untuk mengerjakan tugas tugas darinya demi mendapatkan nilai A ,walau sedikit merepotkan tapi saya siap menerima semua tugas yang di berikan oleh dosen saya ini atau yang sering disapa ibu ira :)
Jumat, 20 April 2012
puisi
Gadis peminta minta
Setiap bertemu,gadis kecil berkaleng kecil
Senyumu terlalu kekal untuk mengenal duka
Tengadah padaku,pada bulan merah jambu
Tapi kotakko jadi hilang ,tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil pulang,
Kebawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan angan yang gemerlap
Gembira dan kemayaan riang
Kalau kau mati ,gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku,ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda.
Selasa, 03 April 2012
manusia dan tanggung jawab
Manusia Dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."
Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: "Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan." Dan setiap pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ'in wa kullukum mas'ûlun 'an Ro‘iyyatih.....
Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."
Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai
Selasa, 20 Maret 2012
Penjelasan IBD, Manusia dan Cinta Kasih, Manusia dan Kebudayaan
IBD adalah ilmu yang mempelajari tentang budaya dasar dalam negeri jadi dalam pelajaran IBD ini kita dapat lebih mengenal budaya budaya dasar negeri kita ini yang begitu banyak dan beraneka ragam,selain itu diharapkan para lulusan mahasiswa dapat berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki berbagai macam latar belakang kebudayaan dan tidak terjadi kecanggungan diantara sesamanya.
1. Tujuan mempelajari IBD
Dan mengapa kita herus mempelajarinya? Karna negeri kita ini begitu banyak budaya yang belum kita ketahui atau belum kita kenal padahan dari budaya itu kita dapat mengambil banyak hal positif dan dari budaya itu juga dapat menjadi ciri khas suatu daerah atau negara dan indonesia adalah negara yang paling banyak memiliki suku dan budaya hampir di setiap daerah memiliki budaya nya masing masing yang dapat menunjukan ciri khas daerah tersebut bahkan budaya dari suatudaerah tersebut terkenal atau dikenal tidak hanya di dalam negeri kita melainkan sampai kemancannegara yang dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi bangsa indonesia ini
2. manusia dan cinta kasih
Manusia dan cinta kasih adalah manusia yang memiliki kasih sayang terhadap sesamanya contoh nya seperti ibu kepada anak nya dan juga kasih sayang yang kita berikan terhadap orang orang disekitar kita sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita bayangkan bila dalam kehidupan ini tidak ada cinta kasih terhadap sesama pasti hidup ini akan terasa hampa dan kata cinta dapat juga di artikan suatu perasaan suka atau rasa memiliki benda hidup maupun mati,sadangkan kata kasih dapat diartikan sebagai suatu ungkapan rasa memilikidan terkadang arti kata kasih tidak jauh berbeda dengan cinta dan sayang.
4.Manusia dan kebudayaan
manusia dengan kebudayaan adaalah manusia yang memiliki hubungan erat dengan tempat ia di lahirkan atau di besarkan karena kebudayaan suatu daerah dapat mempengaruhi karakter seseorang dan juga dari kebudayaan kita dapat mengetahui atau sekedar menduga seseorang ini berasal dari daerah mana karna kita dapat mengetahuinya dari gaya dia berbicara berpakaian dan tingkah lakunya maka dari itu kebudayan sangat erat hubungannya dengan seseorang
Jumat, 23 Desember 2011
isd
Pengertian
Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sesebuah negara.
Walaupun setiap masyarakat itu berbeza, namun cara ia musnah adalah selalunya sama: penipuan, pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik jika perasaan perkauman itu timbul. Masyarakat yang baru akan muncul daripada sesiapa yang masih bersama, ataupun daripada sesiapa yang tinggal.
Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang bererti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sesebuah negara.
Walaupun setiap masyarakat itu berbeza, namun cara ia musnah adalah selalunya sama: penipuan, pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik jika perasaan perkauman itu timbul. Masyarakat yang baru akan muncul daripada sesiapa yang masih bersama, ataupun daripada sesiapa yang tinggal.
A. Definisi Masyarakat
Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan
B. Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)
a. Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis , Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
a. Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis , Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia, seperti mengentaskan rakyat miskin, mengubah wajah fisik desa, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, memberikan layanan social desa, hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek diatas kertas.
Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan, yang keuntungannya direguk oleh actor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut : bisa elite kabupaten, provinsi, bahkan pusat. Di desa, pembangunan fisik menjadi indicator keberhasilan pembangunan.
Karena itu, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK, orientasi penggunaan dananyapun lebih untuk pembangunan fisik.
Bahkan, di Sumenep (Madura), karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata, istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun.
Menyimak realitas diatas, memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk, dari dan oleh desa. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia.
Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai kedesa-desa, alangkah baiknya jika menerapkan konsep :”Membangun desa, menumbuhkan kota”. Konsep ini, meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan,
tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap. Inilah tantangan yang harus segera dijawab.
b. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan desa mengedepankan sederet tujuan mulia, seperti mengentaskan rakyat miskin, mengubah wajah fisik desa, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, memberikan layanan social desa, hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Sayangnya sederet tujuan tersebut mandek diatas kertas.
Karena pada kenyataannya desa sekedar dijadikan obyek pembangunan, yang keuntungannya direguk oleh actor yang melaksanakan pembangunan di desa tersebut : bisa elite kabupaten, provinsi, bahkan pusat. Di desa, pembangunan fisik menjadi indicator keberhasilan pembangunan.
Karena itu, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang ada sejak tahun 2000 dan secara teoritis memberi kesempatan pada desa untuk menentukan arah pembangunan dengan menggunakan dana PPK, orientasi penggunaan dananyapun lebih untuk pembangunan fisik.
Bahkan, di Sumenep (Madura), karena kuatnya peran kepala desa (disana disebut klebun) dalam mengarahkan dana PPK untuk pembangunan fisik semata, istilah PPK sering dipelesetkan menjadi proyek para klebun.
Menyimak realitas diatas, memang benar bahwa yang selama ini terjadi sesungguhnya adalah “Pembangunan di desa” dan bukan pembangunan untuk, dari dan oleh desa. Desa adalah unsur bagi tegak dan eksisnya sebuah bangsa (nation) bernama Indonesia.
Kalaupun derap pembangunan merupakan sebuah program yang diterapkan sampai kedesa-desa, alangkah baiknya jika menerapkan konsep :”Membangun desa, menumbuhkan kota”. Konsep ini, meski sudah sering dilontarkan oleh banyak kalangan,
tetapi belum dituangkan ke dalam buku yang khusus dan lengkap. Inilah tantangan yang harus segera dijawab.
b. Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme).
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
contoh masyarakat pedesaan masih bisa memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya misalnya melalui bercocok taman bisa juga sebagai nelayan bagipedesaanya yng dekat dengan lautan.
Langganan:
Postingan (Atom)